Selasa, 03 Mei 2011

Ibnu Abbas ra. [Berhubungan dengan Al-Qur'an]


Abdullah bin Abbas ra. Bercerita, “Tanyakanlah kepadaku tentang tafsir Al Qur’an, karena aku telah menghafal Al Qur’an sejak masih anak-anak.” Di lain riwayat ia berkata, “Ketika saya berumur 10 tahun, saya sudah sampai manzil (juz) terakhir dalam menghafal Al Qur’an.” (Bukhari).
Bacaan Al Qur’an para sahabat ra. Berbeda dengan bacaan Al Qur’an orang yang bukah Arab pada zaman ini. Mereka benar-benar memahami Al Qur’an yang mereka baca. Ibnu Abbas ra. Telah menjadi ulama besar dalam tafsir karena ingatannya yang sangat terjaga pada masa anak-anak. Memang, hadits-hadits Nabi saw. Tentang penafsiran Al Qur’an yang diriwayatkan olehnya sangat sedikit jika dibandingkan dengan sahabat lainnya. Abdulah bin Mas’ud ra. Berkata, “Ahli tafsir terbaik ialah Ibnu Abbas ra..”
Ibnu Abbas ra. Berumur 13 tahun ketika Rasulullah saw. Wafat. Pada umur yang masih sangat muda itu, jika dibandingkan dengan tafsir dan hadits yang telah ia hasilkan, jelas itu merupakan karamah dan teladan yang sangat baik sehingga ia layak menjadi seorang imam para ahli tafsir Al Qur’an. Bahkan para sahabat terkemuka sering bertanya tentang tafsir Al Qur’an kepadanya. Ini disebabkan oleh do’a Nabi saw..
Suatu ketika, Rasulullah saw. Keluar untuk buang air. Selesai beristinja’, beliau menujumpai sebuah panci berisi air di luar tempat istinja. Beliau bertanya, “Siapakah yang telah menaruhnya?” Para sahabat menjawab, “Ibnu Abbas yang meletakkannya.” Mendengar hal ini, Rasulullah saw. Sangat senang atas pelayanan Ibnu Abbas ra. Tersebut, lalu beliau saw. Mendoakannya, “Ya Allah, berikanlah kepadanya kefahaman agama dan Al Qur’an.”
Pada waktu yang lain, Nabi saw. Sedang shalat sunnah dan Ibnu Abbas ra. Mengikutinya di belakang beliau. Lalu Nabi saw. Menariknya dengan tangan beliau dan menyejajarkannya sehingga ia berdiri di sisi kanan Nabi saw.. Jika seorang imam shalat berjamaah dengan seorang ma’mum, hendaknya mereka berdiri sejajar, bukan di belakangnya. Ketika Rasulullah saw. Melanjutkan shalatnya, Ibnu Abbas ra. Agak mundur ke belakang. Selesai shalat, Nabi saw. Bertanya, “Kenapa engkau mundur ke belakang?” Jawab Ibnu Abbas ra. “Ya Rasulullah, engkau adalah seorang Rasul Allah, bagaimana saya dapat berdiri sejajar denganmu.” Atas jawaban tersebut, Rasulullah saw. Mendo’akannya agar ditambahkan lagi kepadanya ilmu dan kefahaman terhadap agama.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar